PROFIL PENGELOLA

Decky Zulkarnain S.Sos,I, M.M, saat ini aktif sebagai pembimbing rohani sekaligus trainer di Badan Koordinasi Bimbingan dan Rohani Islam Nasional (BKBRIN) yang berpusat di Jakarta. Selain sebagai Trainer Remaja Modul (Motivasi, Team Work, Religious) kini tengah meniti karir sebagai guru Bimbingan Konseling di SMA Labschool Cinere. Sekaligus Pemilik dari Al-Amanah Advertising>>>

TENTANG BLOG INI

Assalamu'alaikum wr. wb.. Selamat datang di Decky's Blog dan selamat berpetualang di blog kami yang kaya akan materi-materi coaching, tips dan trik seputar motivasi dan inspirasi hidup yang lahir dari beragam pengalam maupun studi kasus atas berbagai fenomena menarik yang penuh hikmah >>>

Challenge Your Self

Buatlah tantangan-tantangan ciptaan untuk mengendorce diri dalam memaksimalkan potensi yang selama ini kemungkinan belum tergali. Menciptakan Challenge –challenge baru membuat diri kita kan lebih berarti. Arti bahwa hidup kita dapat melakukan sesuatu yang lebih dari hari ke hari. Pencapaian yang terus bertambah akan menjadi tolak ukur bahwa kualitas hidup kita pun kian hari terus meningkat.

Membuat tantangan-tantangan dalam hidup mu menjadikan kita berfikir keras mencari jalan keluar atas tantangan-tantangan ciptaan yang dibuat.Terlebih jika kita membuat challenge out of range diluar batasan kemampuan yang kita miliki. Jika selama ini kita berfikir bahwa jangankan membuat tantangan diluar batas kemampuan toh target yang sesuai batas kemampuanpun belum pernah terjangkau.

Batasan itu lah yang selama ini menjadi barrier dalam hidup kita, tembok-tembok penghalang itu yang kita sebuat kemampuan maksimal yang kita miliki yang sesungguhnya batasan itupun sebenarnya bersifat semu. Semu karena ia merupakan batasan yang tak terdefinisikan karena batasan itupun belum pernah terlampaui oleh kita. Hal itu berarti bahwa kita tidak cukup memiliki keberanian dalam hidup untuk membuat susuatu diluar kemampuan yang tak pernah tak terbayangkan yang dalam hidup.

Kita sebut challenge karena ia memaksa diri ini untuk maju dan terus menggali kemampuan tuk melakukan achievement. Jika kita tak dikatakan PENGECUT kita akan dikatakan sebagai PEMBERANI

MY CHALLENGE IS I WANT TO BE THE NEXT GENERATION TRAINER AND COUNSELLOR

Case: Self Emage Rendah

Anak ini cukup tampan perangainya pun enak dilihat namun, satu hal yang membuat hidupnya selalu merasa kurang arti adalah kecelakaan yang terjadi 3 tahun silam yang membuat salah satu organ tubuhnya tidak Nampak sempurna meskipun masih berfungsi secara normal. Self esteem yang rendah membuatnya merasa tersisihkan dala pergaulannya sehari-hari. Seringkali ia merasa orang tidak sempurna bahkan tidak ragu-ragu lagi ia menyebut dirinya sebagai anak cacat meskipun tidak Nampak kecacatan itu. Sudah sekian lama ia memendam rasa kecewa dalam dirinya lantaran cacat yang ia derita terlebih jika teman-teman bermainnya mulai meledek ‘ngecengin’ si tangan bengkok. Kemarahannyapun memuncak ketika suatu hari dikala hujan deras memaksa kami berteduh di koridor sekolah. Dikala itu teman satu angkatan berkumpul sambil berkelakar ria, mulailah canda dan saling ‘ngecenging’ keluar dari kata-kata kami. Sebutan si kepala besar, rahang buaya hingga si tangan bengkok. Ejekan itu rupanya memancing emosinya terdorong rasa malu karena di ejek teman se angkatan ia mulai memaki dan dengan emosinya, “anjing-anjing luh semua” tegurnya. Tak disangka salah satu teman kami naik pitam dan kemudian mulai menghardik balik dan tejadilah adu dorong dengan emosi ingin saling memukul. Meskipun telah dipisahkan rasa sakit hati dan malu mengungkit luka lama, I berujar “gua gak butuh luh semua, luh cuman bisa manfaatin gua”. Rasa kecewa mendalam itu akhirnya membuat ia memutuskan untuk berhenti sekolah menjauhi masalah dan seluruh teman yang dibencinya. Kesimpulan itu terucap ketika sesampainya dirumah ia menangis sejadi-jadinya disaksikan oleh sang ibu yang penuh tanda tanya, ‘ada apa dengan anaknya?’

Case: Self Emage Rendah

Anak ini cukup tampan perangainya pun enak dilihat namun, satu hal yang membuat hidupnya selalu merasa kurang arti adalah kecelakaan yang terjadi 3 tahun silam yang membuat salah satu organ tubuhnya tidak Nampak sempurna meskipun masih berfungsi secara normal. Self esteem yang rendah membuatnya merasa tersisihkan dala pergaulannya sehari-hari. Seringkali ia merasa orang tidak sempurna bahkan tidak ragu-ragu lagi ia menyebut dirinya sebagai anak cacat meskipun tidak Nampak kecacatan itu. Sudah sekian lama ia memendam rasa kecewa dalam dirinya lantaran cacat yang ia derita terlebih jika teman-teman bermainnya mulai meledek ‘ngecengin’ si tangan bengkok.
Kemarahannyapun memuncak ketika suatu hari dikala hujan deras memaksa kami berteduh di koridor sekolah. Dikala itu teman satu angkatan berkumpul sambil berkelakar ria, mulailah canda dan saling ‘ngecenging’ keluar dari kata-kata kami. Sebutan si kepala besar, rahang buaya hingga si tangan bengkok. Ejekan itu rupanya memancing emosinya terdorong rasa malu karena di ejek teman se angkatan ia mulai memaki dan dengan emosinya, “anjing-anjing luh semua” tegurnya.
Tak disangka salah satu teman kami naik pitam dan kemudian mulai menghardik balik dan tejadilah adu dorong dengan emosi ingin saling memukul. Meskipun telah dipisahkan rasa sakit hati dan malu mengungkit luka lama, I berujar “gua gak butuh luh semua, luh cuman bisa manfaatin gua”.
Rasa kecewa mendalam itu akhirnya membuat ia memutuskan untuk berhenti sekolah menjauhi masalah dan seluruh teman yang dibencinya. Kesimpulan itu terucap ketika sesampainya dirumah ia menangis sejadi-jadinya disaksikan oleh sang ibu yang penuh tanda tanya, ‘ada apa dengan anaknya?’

Dikejar-kejar UANG ke- 3 (MembangunKompetensi Diri)


Bangun Kompetensi Diri

Kunci yang ketiga jika kita mau dikejar-kejar oleh uang adalah membangun Pribadi dengan KSA yang unggul. KSA terdiri dari Kompetensi, Skill dan Attitude

Kompetensi ; dengan membangun kompetensi unggulan anda akan dikenal dengan keahlian yang anda miliki terlebih dengan kemampuan dan penguasaan terhadap bidang yang anda geluti membuka peluang besar bagi anda untuk dinilai dengan kompetensi unggulan

Skill ; Tambahkan Added Value pada diri anda. Dengan memnambahkan skill tambahan anda akan membuat diri anda semakin unik. Terlebih jika anda menambahkan skill kemampuan yang belum terfikirkan oleh orang lain dengan seusia dan selevel dengan anda. Itulah yang akan membuat anda selangkah lebih maju dari para pesaing anda

Attitude ; core competensi unggulan ditambah skill yang cukup tidakkan punya nila dan arti lebih jika dsaat mengaplikasikannya dan memperkenalkan keunikan anda dalam performance kerja anda menampilkannya dengan cara yang tidak elegant, etis bahkan merendahkan diri jika itu dilakukan maka anda akan dikenal sebagai personal unggul dengan kepribadian buruk. Hal yang tidak bisa dilepaskan adalah ada pada personal selling yang dibutuhkan seseorang untuk memperkenalkan siapa dirinya dilingkungan pergaulan dan itu membutuhkan nilai attitude yang baik

Dikejar-kejar UANG ke- 3 (MembangunKompetensi Diri)

Bangun Kompetensi Diri

Kunci yang ketiga jika kita mau dikejar-kejar oleh uang adalah membangun Pribadi dengan KSA yang unggul. KSA terdiri dari Kompetensi, Skill dan Attitude

Kompetensi ; dengan membangun kompetensi unggulan anda akan dikenal dengan keahlian yang anda miliki terlebih dengan kemampuan dan penguasaan terhadap bidang yang anda geluti membuka peluang besar bagi anda untuk dinilai dengan kompetensi unggulan

Skill ; Tambahkan Added Value pada diri anda. Dengan memnambahkan skill tambahan anda akan membuat diri anda semakin unik. Terlebih jika anda menambahkan skill kemampuan yang belum terfikirkan oleh orang lain dengan seusia dan selevel dengan anda. Itulah yang akan membuat anda selangkah lebih maju dari para pesaing anda

Attitude ; core competensi unggulan ditambah skill yang cukup tidakkan punya nila dan arti lebih jika dsaat mengaplikasikannya dan memperkenalkan keunikan anda dalam performance kerja anda menampilkannya dengan cara yang tidak elegant, etis bahkan merendahkan diri jika itu dilakukan maka anda akan dikenal sebagai personal unggul dengan kepribadian buruk. Hal yang tidak bisa dilepaskan adalah ada pada personal selling yang dibutuhkan seseorang untuk memperkenalkan siapa dirinya dilingkungan pergaulan dan itu membutuhkan nilai attitude yang baik

Dikejar-kejar UANG ke- 2 (Mancing Duit pake Duit)


Logika yang masuk akal !!!
Banyak pemancing ikan menggunakan umpan ikan pula bahkan jika ia ingin memancing ikan yang besar maka umpan yang diberikan pun adalah umpan ikan yang besar pula. Jika ingin belajar dari pemancing maka kita bisa menerapkannya dalam upaya kita menjemput rezeki Allah.
Mancing duit ya pake duit juga... nasehat seorang Habib dalam sebuah majelis ta'lim di KWITANG. Maksudnya apa sih ?... terus umpan duit itu maksudnya apa ?...
Umpan itu adalah SEDEKAH
ya sedekah! jika kita ingin dalam keseharian upaya kita dalam menjemput rezekidimudahkan jalannya, dibimbing bertemunya mulailah dengan memberikan sedekah maka malaikat dan do'a dalam setiap amal kebaikan yang kita infaqkan di jalan Allah akan menjadi pembimbing kita dalam menemukan upaya yang tepat untuk menemukannya
Sedekah sebgai media menjemput rezeki akan menambah keberkahan dalam setiap rezeki yang kita dapatkan. Namun, ingat! hindari mendefinisikan keberkahan rezeki sebagai uang yang berlipat-lipat karena sedekah bukan mesin pengganda uang terlebih jika ia jauh dari ketulusan hati pemberinya.
Keberkahan rezeki dapat berarti rezeki yang melimpah ketika kita bersedekah 1 rupiah maka Allah balas dengan 7 rupiah. Keberkahan rezeki bisa berarti apa yang kita peroleh saat itu bernilai berlipat pada kebutuhan kita ia dapat berupa istri yang saleha, anak yang penurut hingga kesehatan yang harganya sangat mahal.
Ingatkah kita dengan sebuah hadist; "innama shadaqatu tadfa'ul bala'" bahwa sedekah itu dapat menolak bala (marabahaya)".

Dikejar-kejar UANG ke- 1


Jika kita selalu sibuk mencari uang tanpa kenal lelah dari pagi hingga petang kita disibuki dari mencari rezeki semua demi sebuah alasan karena kita membutuhkan uang untuk beberapa alasan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, hingga urusan prestise.
Namun pertanyaan selama ini "apakah kita yang mencari uang ataukah uang yang mencari kita ?". Satu rumusan yang pasti dapat sedikit menghibur hati kita adalah bahwa setiap rezeki manusia telah ditentukan oleh Allah SWT. Tinggal ikhtiar dan usaha kita untuk menjemput rezeki dan karunia Allah SWT tersebut. Ingat !!!! Menjemput bukan Mencari
Dua definisi berbeda namun memiliki filosofi yang berbeda. Jika kita mencari rezeki, rezeki yang kita cari sejak pagi hingga petang belum tentu ketemu karena mencari boleh jadi apa yang kita cari memang tidak ada. Namun jika filosofinya adalah MENJEMPUT Rezeki, rezeki itu telah ada diladangnya tinggal usaha dan ikhtiar kita untuk
menjemputnya ditempat yang tepat, cara yang cermat, usaha yang kuat dan diwaktu yang ketat.

LOVE and HAPPY

Memilih untuk bahagia bukanlah hal yang mudah terutama jika kita dihadapkan pada kondisi yang tidak seindah yang kita bayangkan. Namun menjadi bahagia di saat kondisi sesulit apapun itulah tantangan sesungguhnya. Sebab, jika kita bahagia disaat semuanya berjalan sesuai seperti apa yang kita rencanakan itu adalah hal yang biasa namun, merubah definisi di mindset kita dengan mendifinisikan Bahagia di saat kondisi terburuk sekalipun itu merupakan kunci dari kebahagiaan. Saya teringat sebuah hadist yang mengatakan bahwa; "Segala sesuatu ditangan orang beriman akan selalu membahagiakan; jika ia mendapatkan kebahagiaan maka ia bersyukur namun jika ia mendapatkan kesulitan maka ia bersabar" kurang lebih intinya demikian. Hal ini meyakinkan kita semua bahwa apapun kondisinya jika kita hendak menyikapinya dengan arif dan bijaksana maka tiada kata sedih bagi orang yang beriman seperti judul sebuah buku yang sempat best seller beberapa waktu yang lalu "La Tahzan or Don't be Sad"
 
free search engine website submission top optimization